Kamis, 25 Oktober 2018

Seri Kisah Denia-19


Kisah Ke-19
KEHORMATAN NEGERIKU (II)
#TantanganMenulisDariLagu
#SahabatKabolMenulis
#SeriKisahDenia
#Usah Kau Lara Sendiri_Katon ft Ruth Sahanaya

Ehren Derry merasa mendapat pelajaran berharga dari para pegiat IKWK.  Ada tatap mata harapan dalam dirinya untuk ikut merasakan kehangatan, keluhuran budaya dan kebijaksanaan Indonesia yang Islami.  Ia berjanji akan datang lagi, berdialog dan diskusi.

Alhamdulillah, Derry mengunjungi IKWK lagi. Kali ini dia tidak sendiri tapi bersama kekasihnya Helma Merlisa Aldana.  Wanita tinggi semampai, kulit putih kemerahan, rambut pirang keemasan.  Pakaiannya tidak seterbuka gadis jerman.  Mungkin Derry mengingatkannya untuk berpakaian cukup sopan saat mengunjungi IKWK.
Warum haben laden Sie mich hier, meine Liebe? Sieht so aus, als wären wir in einer Höhle von Terroristen. Sehen Sie sich an, wie Sie sich anziehen. Sie sicherlich Muslime.Helma membicarakan komunitas muslim Indonesia sebagai teroris. Pegiat IKWK sudah biasa dengan anggapan seperti itu.  Justru kalau ada yang menganggap mereka teroris, mereka akan makin bersemangat buat menyadarkan bahwa anggapan itu salah.
Bitte trinken Sie dawet Eis und gebratenes Essen.  Denia membawakan makanan dan minuman khas Indonesia.   Es dawet ayu khas Banyumas dan gorengan  bala-bala yang dicampur dengan daging cincang itu merebut perhatian Dekky dan Helma.
Sebelum menghidangkannya bahkan sejak memasaknya, Denia terus memohon, Ya, Allah, jadikan apa yang kami hidangkan ini jalan hidayahMu bagi sesama.  Rabb, Engkau yang mewajibkan kami menjadi cahaya hidayah bagi sesame.  Mohon ampunan atas kelemahan daya upaya kami.  Hanya sebatas ini yang kami mampu.  Rabb terimalah usaha ikhtiar kami.  Hanya padamu kami serahkan segala hasil, karena kami tidak pernah berkuasa kecuali saat kami memilih jalan ikhtiar.
Mereka memperlakukan kita dengan baik ya Derry,  mereka orang Indonesia yang terkenal sangat ramah itukah?
Betul, sayang.  Itulah mengapa aku bawa kamu ke sini.
Mereka menikmati dawet ayu dengan tak henti-hentinya memuji minuman yang belum pernah melewati kerongkongan mereka sejak mereka lahir.  Ditambah lagi siang itu cuaca lebih panas disbanding musim panas sebelumnya.  Juga gorengan bala-bala khas Jawa Barat yang adonannya dibiarkan dalam kulkas satu malam.  Empuk dan tidak berminyak.  Mereka bilang rasanya seperti pizza tapi beda.  Akhirnya mereka menamainya pizza Indonesia.
Denia menemani mereka berbincang-bincang.  Pegiat IKWK sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing dan sebagian sedang keluar.
Masih banyak menu makanan khas Indonesia dari tiap daerah.  Kami memiliki 13.466 pulau yang diakui PBB sebelum sebagian pulau kecil hilang kami mencatat jumlah pulaunya mencapai 17.000 dan Timor Leste belum memisahkan diri dari kami.  Jumlah suku mencapai 714, masing-masing dengan budaya dan bahasa khasnya. Bahkan kami memiliki 6 agama besar yang saling hidup rukun dan damai.  Belum lagi mereka yang memilih aliran kepercayaan yang lahir dari budaya kami yang berbedaDenia menjelaskan Indonesia dengan bangga meskipun dengan bahasa Jerman yang masih terkesan sangat lambat.  Lumayan hasil kursus bahasa Jerman dengan Ukhti Gita tidak sia-sia selama tiga minggu Denia di Jerman.  Semangat dan kecerdasannya cukup membantu.
Wow, Amazing, dan kalian bisa bersatu dalam keberagaman itu.  Pasti ada yang hal ajaib yang kalian punya.Derry dan Helma hampir bersamaan mengungkap
Tentu saja, kami punya falsafah Pancasila dan dasar KeTuhanan Yang Maha Esa dalam menata keragaman ini.  Untuk bahasa, kami disatukan dengan bahasa Indonesia sebagai alat berkomunikasi.  Juga semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatunya.
Ada enam agama besar di Negara kamu.  Apa saja itu?Helma makin antusias
Islam hampir 90%,  10% selebihnya Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu dan berbagai aliran kepercayaan.
Tadi ada kata-kata Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.  Emm......bahasa apa itu?  Aku ingin tahu dalam bahasa Jerman.Pertanyaan Derry makin menantang pengetahuan Denia.
Denia memohon pada Allah dalam hati, semoga penjelasannya tidak salah.  Berbekal ceramah tentang Pancasila yang didengarnya dari ustaz-ustaz berwawasan kebangsaan di youtube.Pancasila itu, falsafah kehidupan bangsa Indonesia, digali dari nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat.  Perumusnya adalah para ulama dan nasionalis.  Karena mayoritas penduduk kami muslim dan orang-orang yang beragama, maka nilai-nilai itu terwarnai oleh keyakinan kami sebagai bangsa.  Jadi Pancasila sangat bersesuaian dengan agama yang kami anut, yaitu Islam.  Sedang Bhineka Tunggal Ika itu semboyan yang menjadi semangat pemersatu, bahwa meskipun beragam namun kami harus tetap bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Derry dan Helma mengangguk-angguk tanda mengerti. Tadi kamu menyebut Islam menjadi penyumbang terbesar dalam falsafah Pancasila, tapi yang kita tahu hingga hari ini, Islam begitu menakutkan buat kami.  Islamfobia merebak dimana-mana.  WTC hancur, pemboman merata-rata, Timur Tengah porak-poranda, maksudku sebagian.  Isis menampakkan wajah Islam yang sangat kejam.  Rasanya seperti dua hal yang sangat membingungkan dan sangat bertentangan satu sama lain.  Islam yang kami dengar, yang kami lihat adalah agama kejam , tanpa kemanusiaan, tanpa teloransi dan penuh terror.
Pertanyaan yang menohok ini harus dijawab dengan cerdas dan panjang.  Denia merasa harus mengeluarkan argument dengan analisis dan data.
Nampaknya diskusi kita makin serius.  Oya. Tadi aku ingin menawarkan dua makanan khas Indonesia.  Kalian bisa memilih dua macam untuk makan siang dan dua untuk hidangan penutupnya.  Maksud nya supaya kafe bisa menyediakan dengan waktu yang cukup.  Denia menyodorkan buku menu masakan Nusantara, dari Sabang sampai Meuroke.  Yang ditawari justru bingung membolak-balik buku menu yang menut mereka terlalu banyak, membingungkan dan bikin penasaran.  Pilihan mereka jatuh pada soto Lamongan untuk makan siang dan sop buah sebagai penutupnya sementara Helma ingin mencoba es doger.  Bersyukur bahan-bahan itu sudah kafe siapkan.  Menu yang disodorkan memang disesuaikan dengan bahan yang ada.
Sambil menunggu hidangan siap, mereka bertiga melanjutkan diskusi. Saat ini memang Islam dalam posisi terpojok.  Bermula dari kepentingan kekuasaan dan kebutuhan mendesak menghadapi krisis bahan bakar dan energy, timur tengah menjadi incaran utama.  Tentu kalian tahu negara-negara produsen minyak bumi. Timur tengah.  Maka dibuat segala macam cara dan rekayasa yang memungkinkan invasi ke sana.  Rekayasa dan konspirasi sangat jelas dalam banyak temuan di WTC.  WTC lebih mirip gedung yang diruntuhkan dengan bom nuklir dari pada runtuh oleh ledakan pesawat.  Saya melihat video terbaru, nggak ada bayangan pesawat di kaca gedung dan ledakan pesawat penumpang apa yang bisa menembus beton super tegar seperti WTC?
Saya juga sering browsing youtube.  Meledaknya WTC adalah lawakan terhebat abad canggih ini.Derry setuju dengan analisa Denia.
Lalu apa kaitannya dengan ISIS, mengapa ISIS begitu kejam dan kalian tidak bisa menyangkal bahwa ISIS adalah bagian dari Islam.  Helma memaklumi konspirasi WTC tapi tetap heran dengan munculnya ISIS.
Peristiwa WTC, melegalisasi serangan Amerika terhadap Taliban dan Alqaida.  Dalam pandangan Amerika Serikat, Taliban dan Alqaida adalah saudara yang saling mendukung dan membesarkan.  Dengan alasan Alqaida sebagai pelaku pemboman WTC, Amerika ingin membubarkan pemerintahan sah Taliban yang dipandang sebagai pelindung Alqaida bahkan mungkin bisa memunculkan Alqaida sebagai organisasi besar dan makin berbahaya.  Kalau menurutku, Amerika memandang bahaya Negara yang menggunakan system Islam bila mereka membesar akan merugikan berbagai kepentingan Amerika dan barat.  Di samping itu juga memang ada kelompok Islam yang menunjukkan anti terhadap barat.
Nah, itu dia.  Kenapa kalian anti dengan kami?
Sebenarnya mereka tidak anti terhadap barat tapi lebih pada menangkis nilai-nilai yang kami anggap tidak sesuai.  Islam penuh dengan aturan sedangkan dunia barat penuh dengan kebebasan penuh individu.  Coba kalian bayangkan bagaimana dua hal yang saling berbeda ini bisa menyatu?  Bukti mereka tidak benar-benar anti barat, bukankan kita masih bekerja sama, mengonsumsi teknologi yang kalian miliki?
Jadi pertentangan timur barat tetap akan abadi?
Pertentangan nilai tentu ada dalam hati kami.  Jangankan timur barat, kita sebagai individu, satu sama lain punya nilai-nilai dan prinsip yang kita meredeka untuk menentukan pilihan.  Itu adalah hokum alam yang tidak bisa dihindari.  Yang penting bagaimana kita bisa saling mengendalikan diri untuk tidak menjadi pemaksa nilai dan prinsip kita masing-masing tapi lebih pada penghormatan.  Misalnya Helma tidak minum alcohol tapi Derry minum.  Apakah harus berakhir dengan konflik fisik?  Saling caci dan hina?
Tentu tidak.
Itulah yang kami lakukan di IKWK ini, saling mengenalakan nilai dan budaya tanpa harus menyakiti.  Semua akan berjalan dengan baik.  Tanpa kepentingan apapun kecuali kasih sayang pada sesame, untuk saling menyelamatkan dan membahagiakan.
Kembali pada kekerasan yang dilakukan ummat Islam, atau lebih tepatnya dituduhkan pada muslim.  Apakah sepenuhnya rekayasa atau ada juga yang benar dari muslim.
Menurutku ada yang rekayasa seperti WTC ada juga yang dilakukan umat Islam.  Tapi tidak ada asap bila tak ada api.  Munculnya ISIS misalnya diakui oleh Partai Demokrat di Amerika sebagai sesuatu yang dilahirkan, dipersenjatai, didanai.  Maksudnya untuk membantu Amerika mendapatkan lading minyak.  Tapi manusia tidak selalu memiliki kepala yang sama dan isi kepala pun sangat sulit dideteksi.  ISIS akhirnya tidak sepenuhnya memenuhi komitmennya berbagi lahan minyak.  Yang merugikan ummat Islam dan agama ini justru doktrin yang tadinya bertujuan mendukung kepentingan Amerika itu menjadi kanker dalam tubuh umat dan agama Islam.  Sesuatu yang sangat menyedihkan.
Du denkst also, ISIS ist Krebs im Körper der Muslime?
Rasulullah Muhammad pernah bersabda bahwa diakhir zaman akan muncul tiga tentara dari Irak, Yaman dan Syam.  Seburuk buruk pasukan dari Irak, sebaik-baiknya dari Syam (Palestiana dan Suriah).  Bukankah ISIS berasal dari Irak.  Kabar itu telah disampaikan 1400 tahun yang lalu bahkan lebih.
Dann, welches Vertrauen benutzen sie.  Bukankan mereka juga menggunakan Alquran sebagai dasar sikap dan perilaku mereka?
Mereka mengambil sebagian dalil dan dalil itu tidak dikaitkan dengan konteks munculnya ayat.  Misalnya dalil saat perang, memerintahkan pembunuhan orang kafir dimanapun mereka berada, tidak bisa dipakai dalam suasana damai.  Tapi mereka mengambil sembarang tanpa ilmu.  Juga anggapan bahwa yang tak sependapat dan sepandangan dengan mereka halal darah meskipun muslim.  Ist es nicht eine Art von Krebs, der sich überall schädigt und ausbreitet?
Besar juga ujian buat umat dan agama Islam ini, ya?  Tergerogoti oleh mereka yang mengaku muslim.  Kalau begitu tidak semua muslim kejam, kasar dan melegalkan aksi terror?Pertanyaan retoris yang Derry tak perlu Denia  jawab.  Itu bagian dari kesimpulan tepat  hasil Dialog mereka bertiga.
Kesimpulan yang sangat tepat.  Mereka yang mengebom itu, sudah kebingungan menggunakan akal dan hatinya dalam berdakwah.  Mengajak pada Islam dengan cara yang salah.  Memerangi kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya.  Kehilangan rasionalitas dan akhirnya merugikan ummat dan agamanya.  Sementara tindakannya bertentangan dengan kesempurnaan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam.
Wenn wir wissen wollen, zu welchen islamischen Werten die Repräsentanten gehen müssen?tanya Helma
Kalian bisa berkunjung ke komunitas muslim di Indonesia.  Atau dimanapun tempat tapi mereka berada dalam komunitas yang didasari ilmu, belajar islam dengan sungguh-sungguh dan menyeluruh.  Bukan hanya sebagian dan menerapkan dengan cara yang salah.
Menurutku bukan hanya muslim, siapapun kalau belajar dengan cara yang salah akan melahirkan kekacauan dan terror dimana-mana. Helma cerdas menyimpulkan.  Tampaknya mereka puas dengan penjelasan Denia.
Apakah komunitas IKWK cukup representative buat kami belajar Islam dengan baik?tanya Derry
Wah, aku tidak bisa menyimpulkan sendiri.  Kami hanya berusaha menampilkan wajah Islam tapi kami tidak bisa mengatakan kami sudah baik.  Penilaian kami kembalikan pada kalian.Denia merendahkan hati, yang  justru makin menampakkan kesyumulan Islam di hadapan Helma dan Derry.
Kalau kami tertarik pada Islam, apakah kamiharus  masuk Islam atau sebaiknya belajar dulu?tanya Helma
Untuk masuk Islam, kalian harus yakin benar-benar, tanpa paksaan dan maksud lain selain karena kalian yakin Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan Muhammad sebagai utusan yang kalian benarkan.
Also sollten wir zuerst lernen?  Derry menyimpulkan sendiri apa yang harus diperbuatnya setelah ini
Ja, also, wenn Sie sicher sind, werden Sie Luft-Islam sein richtig.
Perbincangan itu ditutup dengan hidangan soto Lamongan dan es tape ketan hijau campur sirup cocopandan.  Helma dan Derry disuguhi sesuatu yang unik sepanjang hidup mereka.  Seindah nikmat hidayah yang mulai mengalir di dada mereka.  Kekaguman pada negeri bernama Indonesia dengan orang-orang yang merefleksikan Islam, warga Negara Indonesia di IKWK.

***
Kunjungan Helma dan Derry berikutnya untuk belajar Islam, lima pertemuan, mereka memutuskan untuk masuk Islam.  Wajah mereka berseri-seri penuh bahagia.  Tangisan haru dari dua mualaf itu membuat kami turut menangis.  Mereka bersyahadah dengan bimbingan Ust. Hanif Hidayat, kakak kita yang kita banggakan.  Datang dari Indonesia untuk mengisi pengajian kami.  Prosesi yang sangat mengharu-biru.
Seminggu kemudian mereka datang.  Membawa koper besar penuh dengan pakaian.  Wajah mereka murung tetapi kebahagiaan iman tetap terpancar.
Ternyata mereka mengalami pengusiran dari keluarganya yang belum bisa menerima Islam.  Bahkan menganggap Islam sebagai ancaman peradaban barat.  Salah satu anggota keluarganya, sebagaimana Derry sebelum ini adalah aktifis PEGIDA.
Komunitas IKWK menerima mereka dengan tangan terbuka.  Tinggal dalam satu komunitas penuh cinta dan kasih sayang.  Mereka menjadi tetangga Denia di tempat kos yang dikelola IKWK.
Sebuah puisi, Denia persembahkan untuk Helma dan Derry.

HOLD MY HAND

Saputan kabut memudarkan senyumanmu
Takkan kubiarkan kau bergeming dalam lara
Kucoba mengeja jerit suara hatimu yang sunyi
Cerita yang kau tuturkan hanya sekelumit rasa
kubentangkan tangan kubuka hati meniti asa
Disini aku ada untuk kita
Mengais kasih dari Pemilik Segala

Genggam tanganku dan kita melangkah bersama
Meretas segala onak duri haling melintang
Lihatlah di sini cahaya suci petunjuk ilahi
Selama nurani hidup bestari
Pemandu membawa arah tak pernah meragu
Bersama ‘kan kita pungkas segala kesah resah gelisah

Saat semua jalinan terputus menjauh
Kita adalah sahabat dalam kesamaan iman
Tuntas sudah segala lirih rintihan duka
Bersama, kita rengkuh samudra asa dan cita

Genggam tanganku dan kita melangkah bersama
Tiada kata tertatih sendiri meniti lara
Atas nama cinta-Nya di jalan-Nya, bersama-Nya, karena-Nya

Genggam tanganku dan kita melangkah bersama

            Kekaguman, cinta, kerinduan  terpancar pada sorot mata Helma dan Derry, tentang Negeri Indonesia dan keramahan orang-orangnya.
            “Denia, suatu saat kami akan mengunjungi Indonesia.  Terimakasih untuk keluhuran budaya yang dicahayai oleh nilai Islam dari negerimu itu, khususnya komunitas muslim IKWK.”  Derry mengakui dengan tulus. 
            Sebaliknya Denia bahagia telah turut menjaga kehormatan negeri dan juga agama ini.

Glosarium:
1. Warum haben laden Sie mich hier, meine Liebe? Sieht so aus, als wären wir in einer Höhle von Terroristen. Sehen Sie sich an, wie Sie sich anziehen. Sie sicherlich Muslime.= Kenapa kamu mengajak aku ke sini, sayang?  Sepertinya kita berada dalam sarang teroris. Lihatlah cara berpakaiannya.  Pasti mereka muslim.
2.  Also sollten wir zuerst lernen? =Jadi sebaiknya kami belajar terlebih dulu?
3. Ja, also, wenn Sie sicher sind, werden Sie Luft-Islam sein richtig =Iya, supaya ketika sudah yakin, kalian akan ber-Islam dengan benar
4.  Wenn wir wissen wollen, zu welchen islamischen Werten die Repräsentanten gehen müssen?=Kalau kita ingin mengetahui nilai-nilai islam yang representative harus kemana?
5.  Dann, welches Vertrauen benutzen sie= Lalu keyakinan apa yang mereka pakai?
6.  Du denkst also, ISIS ist Krebs im Körper der Muslime =Jadi menurutmu ISIS itu kanker dalam tubuh umat Islam
7.  Ist es nicht eine Art von Krebs, der sich überall schädigt und ausbreitet?= Bukankah semacam kanker, merusak dan menjalar kemana-mana
8.  Bitte trinken Sie dawet Eis und gebratenes Essen= Silakan diminum es dawet dan gorengannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IMPIAN PENUH KENANGAN

IMPIAN PENUH KENANGAN  Oleh: Farel Kemenangan Tim Bulutangkis SMPN III di tingkat provinsi tahun lalu memberikan semangat yang tak perna...