Minggu, 21 Oktober 2018

Ceramah I-Ust Adi Hidayat (Kode Keras Al Qur'an)



KODE-KODE KERAS DALAM AL QUR’AN
(Rewrite by Khadijah Hanif_313)
dari Ceramah Ustadz Adi Hidayat dengan penyesuaian

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛

 Artinya :
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat ilahi Rabbi, atas karunia-Nya kita bisa sama-sama berkumpul dalam rangka thalabulilmi, mencari ilmu. Serta kita bisa bersilaturahim, bertatap muka di majelis yang mulia ini dalam kadaan aman fi amanillah, sehat wal afiat. Mudah-mudaham setiap derap langkah bisa membuahkan pahala bagi kita semua, bisa menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan llah Swt.Taklupa semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada jungjunan kita Nabi Muhammad Saw., kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi’in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik.

Alhamdulillah kita telah menunaikan sholat Isya berjamaah bersama amalan sunnahnya.  Semoga sholat Isya kita diterima oleh Alloh SWT. Dan semoga baik imam maupun makmum diberikan  hidayah oleh Alloh SWT, dengan salat yang telah ditunaikan.  Karena salat pertama kali disampaikan dalam Al Quran, dilekatkan dengan kata hidayah.
ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين
 الذين يؤمنون بالغيب ويقيمون الصلوة ومما رزقنهم ينفقون
Kitab Alquraan ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka
Ketika anda yakin dengan segala isinya, Al Qur’an akan menjadikan petunjuk dengan izin Alloh pada hamba-hamba yang bertakwa. Siapa orang-orang yang bertakwa ini. Ciri setelah beriman kepada Alloh, disebutkan dalam ayat ke tiganya.  Yaitu orang-orang  yang setelah menyatakan dirinya beriman pada Alloh.  Walaupun tak tampak dalam pandangannya, maka dia buktikan keimanannya dengan menunaikan sholat. 

Jadi salat menjadi ciri orang bertakwa. Orang bertakwa akan mendapat hidayah dari Alloh.  Maka tiap kali kita salat kita akan mendengar kalimat-kalimat Allah melalui bacaan imam.  Bukankan dalam salat dibacakan Alquraan pada kita?  Jika anda paham makna dalam Alquraan, digali dengan baik.  Maka itu luar biasa.  Hal-hal buruk dalam salat akan hilang dan masyaallah, tiap imam mengimami dalam sholat itu, sering kali ada hal-hal konstektual yang menjadi bimbingan langsung dalam hidup manusia. 
Misalnya bila kita hayati bacaan imam tadi, Quraan surat Huud ayat 40-47.


فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيمٌ
Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal". (Hud 11:39)
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ قُلْنَا ٱحْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ وَمَنْ ءَامَنَ ۚ وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيل

Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman". Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. (Hud 11:40)
۞ وَقَالَ ٱرْكَبُوا۟ فِيهَا بِسْمِ ٱللَّهِ مَجْر۪ىٰهَا وَمُرْسَىٰهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya". Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Hud 11:41)
وَهِىَ تَجْرِى بِهِمْ فِى مَوْجٍ كَٱلْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبْنَهُۥ وَكَانَ فِى مَعْزِلٍ يَٰبُنَىَّ ٱرْكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلْكَٰفِرِينَ
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir". (Hud 11:42)
قَالَ سَـَٔاوِىٓ إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِى مِنَ ٱلْمَآءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ ٱلْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا ٱلْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُغْرَقِينَ
Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (Hud 11:43)
وَقِيلَ يَٰٓأَرْضُ ٱبْلَعِى مَآءَكِ وَيَٰسَمَآءُ أَقْلِعِى وَغِيضَ ٱلْمَآءُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim". (Hud 11:44)
وَنَادَىٰ نُوحٌ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبْنِى مِنْ أَهْلِى وَإِنَّ وَعْدَكَ ٱلْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ ٱلْحَٰكِمِينَ
Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya". (Hud 11:45)
قَالَ يَٰنُوحُ إِنَّهُۥ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيْرُ صَٰلِحٍ ۖ فَلَا تَسْـَٔلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۖ إِنِّىٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلْجَٰهِلِينَ
Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan". (Hud 11:46)
قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Dari ayat-ayat ini kita akan ingat dengan bencana-bencana yang terjadi.  Misalnya di Palu dan sekitarnya.  Bila anda baca isyarat dan rahasia.  Isyarat atau peringatan dalam ayat Alqur’an.  Itu jelas sekali memberikan gambaran-gambaran.   Kenapa itu terjadi menimpa kalangan umat dan sebagainya. 
Kita hanya diberi isyarat.  Mungkin dalam suasana berbeda tapi Alloh berikan ilustrasi.  Ada orang-orang yang dulu, ada orang yang tinggal di sekitar pantai, sering mencela Nabi Nuh, yang mengajak pada kebaikan.  Mereka punya ritual yang tak baik.  Saat diingatkan oleh Nabi Nuh, justru Nabi Nuh mendapat perlakuan tidak baik.  Sampai Alloh beri berbagai macam gempa sebagai peringatan awal, tapi belum sadar juga. 

Di ayat 40 nya.  Dan ketika mereka menantang apa yang telah kami janjikan, tidak berhenti dengan perilakunya walaupun diajak dengan penuh kesadaran.  Lalu melampaui batas dari batas-batas yang biasa.  Maka kami goyangkan periuk itu.  Jika periuk berisi aor itu digoncang oleh anda, airnya akan tenang atau bolak, balik? Pasti akan bolak balik.  Terus yang ada di atas pasti akan goyang.  Tanur adalah isyarat gempa. 

Di ayat 44-nya maka akan diseret air itu surut sampai ke dalam, kami datangkan lagi dengan bentuk yang lebih besar.  Kami telan apa yang ada di atasnya.  Saat Nabi Nuh selain ditumpahkan air juga ditimpakan batu.

Di daerah pantai sering mengundang maksiat pada beberapa bagian-bagiannya.  Maka kami sampaikan kepada siapapun yang tinggal di wilayah-wilayah yang dekat dengan hal spt itu.  Maksiat itu sudah terjadi saat nabi Nuh 6-7 generasi dari nabi Adam..  Ribuan tahun dari Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad, sekitar  37 generasi.  Nabi Muhammad ke kita sekarang  ada 15 abad bisa jadi ekitar 37 generasi ribuan tahun usianya.  Dari dulu sudah ada orang yang bermaksiat di tepi pantai.  Ritual tidak benar, maksiat dengan zina dan minuman.  Kemudian dia sekarang ikut-ikutan bermaksiat, maka dia terlambat.  Diinformasikan oleh Alquraan untuk tidak berperilaku seperti itu lagi karen resikonya berat, Adzab.  Alloh beri tanda bahwa kalau ada tsunami maka bahtera akan datang ke daratan.  Maka patut curuga ada ombak tsunami dan bahtera merapat ke daratan.  Maka di situ pasti terjadi.  Apalagi kalau gempanya berlipat-lipat di dalam dan menelan orang-orang  di atasnya. Pasti ada sesuatu di situ. 

Makanya saya mengajak untuk semua dari kita.  Ayo, kita bertaubat pada Alloh SWT!  Bagi yang masih hidup, kita menyeru saudara seiman kita untuk sabar dan tinggalkan kegiatan yang tidak baik, yang bertentangan dengan hukum syariat kita, mendekat pada alloh SWT, kita saling dukung. 
Kondisi khususnya di Palu. Allohua’lam, apa yang terjadi. Tapi insya Alloh kita bermohon pada Alloh, semoga khususnya orang beriman dikuatkan oleh Alloh SWT.  Belajar dari peristiwa itu, meninggalkan hal yang tidak disukai oleh Alloh.  Juga kita menolong saudara sebangsa kita yang sekiranya mendapat dengan izin Alloh mendapat ujian seperti ini.  Supaya dengan bantuan kita semua, terikrar kewarganegaraan kita dengan sikap yang baik.  Dan bagi sesame orang beriman, maka diujilah ikatan keimanan satu dengan yang lain. 

Akan tapi mohon maaf, sampai hari ini masih menunggu situasi dan belum mengumpulkan terlebih dahulu donasi.  Kalau Lombok beda situasi dan kasusnya, kondisinya masih terjangkau.  Saya bisa menjangkau, sedangkan sesen pun harta yang anda titipkan harus saya jaga dengan betul.  Sampai saya pastikan datang ke tempatnya.  Saat erupsi Merapi kami datangi lokasi, di Lombok kami datangi untuk sampai di tempat.  Di palu kami belum punya akses.  Maka sementara kami menitipkan pada adik kelas kami yang ada di sana yang memang membina masyarakat dalam nuansa Al Qur’an.  Bahkan ada satu tempat untuk bina Al Quran, satu lagi beliau berdakwah di masyarakat. 

Sementara kami belum mengumpulkan dana sedikitpun.  Bila ada yang memasang nama kami maka itu pasti bukan dari kami.  Kami titipkan pada keluarga besar ikatan alumni Libya.  Kami titipkan pada adik kelas kami untuk bisa memberikan tanggap darurat terlebih dahulu.  Kami insya Alloh sedang bermohon pada Alloh, kami sedang menggalang dana untuk membantu rumah-rumah Alquraan yang terdampak.  Saya memohon pada Alloh agar orang-orang yang tersisa di sana, kami mohon bisa menjadi daerah Qurani di Palu.  Saya mohon pada Alloh untuk bisa membangun pusat Alquran di sekitar itu.  Kita akan menggantikan perjuangan guru tua kita di masa yang lampau untuk menghilangkan hal-hal tidak baik dan mengembalikan pada nilai-nilai keislaman. 

Dua tahun kebelakang ada usaha mengembalikan maksiat itu, lalu Alloh memberikan gambaran pada kita agar kita kembali pada nilai terbaik dari Alloh Swt.   Kalau sifatnya musibah kemudian kita sikapi dengan cara yang terbaik.  Bagi orang beriman ada wacana mesti melihat dengan pandangan yang baik, bantu saudara-saudara kita.  Jangan bedakan muslim dengan non muslim.  Sebagai muslim, iman anda mesti membaca.  Kalau iman anda tidak bergerak maka dipertanyakan iman anda.  Kalau bicara hanya musibah.  Jangankan di Indonesia di tempat lain pun ada. Tapi iman kita harus bertanya, kenapa?  Bila iman anda tidak menjadi bahan koreksi maka perlu dikoreksi imannya.  Ada iman tidak dalam dirinya.  Maka bertakwalah.  Wajar imam kita menagis berkali-kali mungkin dia memohon pada Alloh supaya bangsa ini diberikan keberkahan dan kembali pada nilai-nilai  terbaik dengan izin Alloh SWT. 

Bangsa ini merdeka dengan nama Allah,  Maka ketika petunjuk-petunjuk Allah dikhianati, maka wajar jika Allah memberikan peringatan pada penduduk bangsa ini dan dalam pembukaan UUD 1945 dituliskan dan dibacakan, atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur.  Kita mengakui bahwa kemerdakaan adalah dengan rahmat dan berkah Alloh.  Harusnya kita mengisi kemerdekaan dengan minta rahmat dan berkah.  Bukan dengan melakukan sesuatu yang menantang rahmat dan keberkahan.  Jadi pantas kalau Alloh menegur.  Kalau ada kegiatan yang tidak mendatangkan rahmat dan keberkahan Alloh.  Saya tidak peduli dengan kalimat ini bila hal ini dipersoalkan.  Saya akan katakan, bila kita beriman pada Alloh dan mengakui Alloh yang Maha Kuasa.  Maka wajib bagi orang beriman di bumi pewrtiwi ini untuk mengisi kemerdekaan dengan hal yang mendatangkan rahmat dan berkah Alloh. Jika memang Alloh ingin menurunkan di tempat ini, untuk bangsa ini, keberkahan yang paling Abadi. 
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Al-A’raf 7:96)

Kalaulah satu penduduk negeri mau beriman dan meningkatkan takwanya kepada Allah maka Allah janjikan akan dibuka seluruh pintu keberkahan di langit dan di bumi. Pintu keberkahan.  Ingat Berkah itu ziyadatul khoir (Bertambah banyak manfaatnya).  Jikalau negeri ini makmur dengan segala sumber dayanya tapi hilang manfaatnya berarti ada yang hilang keberkahan di dalamnya.  Kalau suatu tempat misalnya terlihat sedikit sumber daya alamnya tapi banyak manfaatnya, maka ada kemuliaan di dalamnya.  Jika ia beriman pada Alloh SWT, ia akan meyakini hal ini.

Untuk itu bagaimana cara meraih rahmat SWT.  Saya mohon maaf bila kalimat saya terasa tegas.  Karena untuk hal-hal yang menyimpang dari aqidah maka tidak ada kelembutan padanya, bagi yang beriman.  Kecuali bagi yang belum beriman harus dengan cara lembut dan baik.  Untuk yang beriman harus dijaga dengan kuat.  Contohnya bila anak anak anda dekat buaya maka anda akan lembut atau teriak.  Maka mustahil kita kita berkata lembut.  Pastilah akan ditarik.  Ini menyimpang dari aqidah setelah anda muslim maka itu mendekat dari neraka, sedang Alloh telah menjauhkan anda dari  persimpangan api neraka.

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Ali 'Imran 3:103)

Kamu berada di persimpangan neraka, lalu Kami jauhkan.  Sudah di jauhkan anda mendekat lagi.  Makanya wajar kalau diteriaki,kan?  Jadi wajib kalau urusan aqidah itu, harus  tegas, supaya dijaga oleh Alloh SWT dari keburukan-keburukan yang mungkin menimpa. Pertanyaannya.  Kalau kita ingin mendapat rahmat dari Alloh, maka bagaimana kita bisa meraihnya.  Itulah yang akan kita turunkan pada
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al-Isra' 17:82)

Awas hati-hati: Dan kami  turunkan dari ayat Alquran itu yang bisa menjadi syifa.  Saya sudah rinci dari pertemuan lalu sampai penegasannya tadi.  Warahmah yang kedua rahmat.  Jadi kita sudah mendapatkan dua diayat ini dan satu di ayat sebelumnya.  Kalau kita turunkan supaya anda bisa detailkan catatannya,  Kita sedang bicara tentang nama dan sifat Al Qur’an.  Nama ini menunjukkan pada sebutan-sebutan yang melekat pada Alquran.  Sifat melekat pada fungsi atau manfaat yang dimaksud.

Namanya, menunjukkan sifat dan fungsi dari sebutan itu.  Pertama kita sebut, Al Quran fungsi pertamanya hidayah.   Berdasarkan QS 17: 9, fungsi yang kedua syifa dan yang ketiga rahmat bagi orang yang beriman. (QS 17:82). 

Syifa sudah kita bahas, bisa jadi obat bagi penyakit fisik yang secara klinis dan medis ditetapkan sulit atau sudah tidak ada obatnya lagi.  Maka cari ayat-ayat  didalam Alquraan yang memberi isyarat, bagaimana anda berinteraksi dengan Alquraan, baca ayat yang  mendekat diri pada Alloh yang berisi ayat penyembuh, lekatkan pada yang dirasa sakit itu. Sesuai petunjuk ayat-ayatnya. 
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, (Asy-Syu'ara' 26:80)

Kalau sudah parah sangat
۞ وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". (Al-Anbiya 21:83)
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَٰبِدِينَ

Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Al-Anbiya 21:84)
Cara mengamalkan bacaan itu  bisa dipakai dalam sholat atau dalam bermohon.   Seperti memohon banyak hal yang dalam medis mustahil, perihal keturunan misalnya
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا ٱلْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَٰمَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah".
Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (Ali 'Imran 3:37)
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". (Ali 'Imran 3:38)

Bisa juga dengan penyakit hati seperti iri, dengki, riya, sombong dan macam-macam.  Maka ingatlah saat sedang gelisah atau tidak enak hati.  Mohon maaf ada persoalan di kantor, di rumah tidak enak hati, wudhu saja, buka mushaf.  Dibandingkan mengeluh, baca qur’an.  Begitu bacaan itu diucapkan lisan, minimal ketenangan ditanamkan dalam jiwa Oleh Alloh.  Kalau sudah tenang, pikiran jernih.  Saat pikiran jernih maka mencari solusa mudah.  Bukan tidak pintar mencari solusi tapi karena pikiran tak jernih maka cenderung kesimpulan dan keputusannya menjadi tidak tepat. Kesimpulan yang muncul salah.  Ini menjadi masalah dalam kehidupan. Sekarang kita ambil rahmat Alquraan. 
Apa itu Rahmat. Diantaranya ada yang terkait dengan bacaan imam kita tadi. 
1.      Rahmat yang pertama bisa berarti ampunan dari dosa yang sudah berlumur.  Yang sulit terukur, dosanya sudah tidak kehitung. Kalau dalam bahasa Alqurannya disebut Isrof. Isof itu sudah berlebihan.  Kalau yang satu dusta saja.  Dia katakana tidak ada dusta diantara kita tapi dusta juga.  Yang satu misalnya mabuk yang satu judi.  Yang isrof ini, semua dikerjakan bahkan kalau ada satu belum dia kerjakan rasanya belum lengkap. Dia suka mencoba maksiat.  Bila tidak mencoba rasanya tidak enak, ada yang kurang.  Banyak seperti datang kepernikaan, nambah terus prasmanan.  Sekali orang lain cukup, dia belum cukup. 

Ada orang yang banyak berbuat salah tapi selalu saya katakan, Allah itu rahmatnya, kasih sayangnya melebihan ghodhobnya, murkanya.  Kasih sayang Alloh bagi seorang yang masih nyawanya belom sampai ke kerongkongan.  Ia senantiasa menahan murkanya sebelum akhirnya memberikan hukuman.   Sepanjang nyawamu belum sampai di  kekerongkongan, kamu jangan pulang dalam keadaan kotor, kamu mesti bersih.  Pulanglah dalam keadaan bersih.  Saya sering katakan Firaun saja yang paling durjana, hidupnya mengaku Tuhan, hobinya membunuh orang, kata-katanya begitu kasar sering mencela bahkan meneksekusi orang.  Masih diberi kesempatan dengan diberikan dua nabi, Musa dan Harun.  Firman Allah, “ Wahai Musa dan Harun, pergilah kepada firaun, dia mulai menyimpang dari kedudukannya. Sudah ngaku tuhan tapi nyawa belum sampai ke kerongkongan, beri dia petunjuk dan datangi, katakan padanya dengan penuh kelembutan.  Dakwah,i katakan padanya degan dengan lembut.

Anda dakwah, belum bebas dari maksiat, tidak semulia Musa dan Harum.  Musa dan Harun dua-duanya dekat dengan Alloh dijamin surga masih berdakwah dengan lembut.  Anda bukan nabi, bukan rasul, tidak ada jaminan syurga, belum bebas dari maksiat, berdakwah pada tetangga anda atau musuh anda yang tidak sejahat fir’aun kenapa mesti kasar. Anda siapa?  Berdakwah pada teman Antum yang beda majelis taklim, masih sama-sama mengaji kenapa mesti saling mencela. 
۞ قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar 39:53)
QS 39:53 (Dan Muhammad katakan pada hamba2ku yangbanyak berbuat isrof, pernah berbuat  melampaui batas terhadap dirinya sendiri janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. 
Assrofu= Kata Kerja, perbuatannya, pernah mencuri, mabok, begal, macam-macam.  Tetap ada kesempatan untuk kembali.  Fir’aun aja ada kesempatan taubat.  Masak kamu yang bukan Fir’aun putus asa dari rahmatNya.  Kamu yang tidak sehebat Fir’aun kok gak mau taubat?  Jangan bersaing dengan firaun nggak akan menang.   Maka yang pernah begal, mabok, bunuh orang dan macam-macam lagi, saya ajak untuk bertaubat.
 
Selalu ada kesempatan untuk kembali.  Kalau kamu tidak balik taubat kamu aneh. Jangan bersaing dengan firaun.  Dia sudah duluan dan firman Allah, dia Aku tenggelamkan dan jasadnya Aku temukan wajahnya jelek tidak karuan, masak kamu mau ikutan.  Wajah itu untuk pengingat betapa hinanya mereka yang mengaku tuhan, bermaksiat pada Allah dan tidak mau bertaubat.  Ada yang di pesantren di Suka Miskin, Bambu Apus dsb.  Itu oleh Alloh ditempatkan di satu tempat, diisolasi, supaya anda berubah.  Kalau dibimbing juga nggak mau berubah, mesti dikemanakan lagi?

Sama juga untuk kita yang disini, sujudlah di malam hari, mintakan pada Alloh agar diberi petunjuk.  Doakan tetangga-tetangga anda: “Jadikan tetangga saya menjadi tetangga saya di surga, beri dia hidayah”.  Ada makanan kirimi dia makanan.  Sebelum diberikan, doakan dulu. “Ya Alloh samapaikan hidayah padanya.”   Besok ajak dia ke masjid.   Maka akan ada transfer pahala saat dia bertaubat dan melakukan kebaikan.  Doakan lagi, ajak lagi.  Bila dia berubah dengan izin Alloh maka anda akan mendapat pahala dari setiap kebaikan yang dilakukannya. 

Hidup ini sederhana sebetulnya.  Kita sebar senyum saja sudah kebaikan, kok.  Ketika Allah ingin memberikan ampunan pada orang yang berperilaku dosa semacam ini.  Maka kalimat ini yang dimaksud dengan rahmat.  Jangan putus asa dengan rahmat allah.  Sekarang pertanyaannya.  Bila ada orang tersentuh dengan bahasa qurani, kami ingin kembali ya Alloh. Orang yang bermaksiat membunuh100 orang tahun pun dan dia mau bertaubat maka dia akan mendapat syurga.  Masihkah ada kesempatan?  Masih ada. 
Di ayat selanjutnya
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (Al-A’raf 7:23)

Untuk yang bermaksiat dan ingin bertaubat, kata Allah akan Aku ampuni.  Bila anda tolak tawaranNya maka anda keterlaluan.  Kita tidak pernah tahu kapan kita akan kembali.  Disampaikan oleh Nabi Adam.  Saat berbuat salah kemudian di turunkan ke bumi. “Ya Rabb (Pelindung, pemaaf, pemberi kebutuhan, pengampun dosa), Ya Allah kami mengakui sering berbuat dzalim dalam kehidupan kami.  Kalau Engkau tidak mengampuni kami  dan merahmati kami.  Niscaya kami termasuk orang yang merugi.

Taghfirlana dari ghufroon,dari ghofaro, gufroonan, sifat yang mengampuni dosa.   Pengampun kalau satu disebut groofir, dosanya satu, dzanbun.  Disebutkan dalam Alquran 40:3
غَافِرِ ٱلذَّنۢبِ وَقَابِلِ ٱلتَّوْبِ شَدِيدِ ٱلْعِقَابِ ذِى ٱلطَّوْلِ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ إِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ
Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya-lah kembali (semua makhluk). (Al-Mu’min 40:3)
 Ghofiri dzdzanbi wa qabilittauabi dosa banyak nambah terus dzunuubun.
Sifat Alloh ke-2 dalam surat Nuh ayat 10 sifat Alloh Ghofaroo. 
فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا
maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, (Nuh 71:10)

Rob-robb-robb sebagai Pemberi ampunan dan taubat.  Mungkin saat taubat wafat, syurga menanti anda.  Ghofar bukan ghofir karena dosanya sudah mulalui banyak.  Diingatkan tetap durhaka.  Nuh tidak berputus asa.  Bila banyak ghofur, bila sangat banyak ada tambahan sifat ghofur dan rahmat. Bila tak terhitung maka minta pemberian rahmat oleh Allah SWT. 

Engkau lah yang mengatakan bahwa rahmatmu melebihi murkaMu, maka atas janjimu itu kami mohon ampunanmu.  Jauhkan hamba dari dosa-dosa itu hingga hari kiamat.  Sekecil apapun kesalahan akan ditampakkan.  Sejauh-jauhnya baaa’id.  Baid masih jauh tapi terlihat.  Baaa’id jauhkan hingga tidak terlihat lagi kapanpun dimanapun sampai kapanpun

Khoothooun=salah, kesalahannya banyak=Khoothooyaa. Kalau banyak nggak bisa hitung.  Dosa mata, telinga, lisan berapa salah lihat salah dengar salah ucap. Jadilah khoothooya.  Ya Alloh saya ngaku berbuat salah tak terhitung ya Allah.  Khoothooyaya (Pengakuan kesalahan diri yang tak terhitung dan sangat banyak). 
Dalam doa iftitah: Alloh ba’id baini wa bainna khoothooyaya  Makanya bagi yang hatinya khusyuk maka baru takbir sudah menangis.   Ingat dosa saat sebelum solat, air mata tidak akan terbendung.  Nabi bersabda bahwa salat ke salat, Jum’at ke Jum’at,  ramadan ke ramadan bisa menghapus dosa –dosa sepanjang bukan dosa besar.   Bila digabung antara ghofar, ghafir, ghofur dengan rahmat maka menjadi sifat Rahim

Khoto’(kata benda)-akhthoa( kata kerja), akhtoktu (salah saya), akhtoknaa (salah kami), mohon ampunan dan rahmat supaya saya tidak dihukum, tolong saya.  Maka Alloh turunkan dalam Al Qurna dalam QS 2: 286
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (Al-Baqarah 2:286)

Di keheningan malam anda minta. Tak paham ayat, baca maknanya. Hamba tak luput dari dosa tapi rahmat mu lebih luas dari murkamu.  Allohumma Rahmatik-Allohumma Rahmatik.  Disertakan orang-dekat, orang-orang yang anda kenal, tetangga-tetangga anda memohonkan ampunan pada Allah untuk mereka

QS 51:18 Perintah untuk membiasakan istighfar.
وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. (Az-Zariyat 51:18)
Kau tuhan kami, kalau Tuhan saja yang Maha Pengampun  tidak mengampuni mesti kemana hamba minta ampun.  Lalu mohonkan pula untuk orang lain bahkan seluruh Nusantara.  Maka hal ini akan menahan Adzab Alloh SWT. 

Yang paling menarik. Alloh tak kan mengadzab selama Nabi masih ada.  Lalu bagaimana ketika nabi tak ada dan maksiat merajalela?

Firman Alloh: Aku tidak akan mengadzab seandainya kamu masih ada di antara ummatmu.  Dan memanglah sahabat yang hidup nabi jarang melakukan maksiat.  Mak ketika Nabi sudah wafat, lalu ummatnya berbuat maksiat, wajar dan layaklah untuk menerima adzab.
Muadzibahum-isim fail, langsung memberi gambaran, banyak penyimpangan tapi kenapa ditahan karena masih ada yang beristighfar.  Bisa jadi para pendoa dalam tahajud menjadi penahan adzab.

Keberkahan ada saat banyak yang bertaubat.  Gelas isinya kotor, ditutup maka susah hidayah masuk.  Maka buka hati untuk hidayah, buka wadahnya, buang air kotornya isi dengan kebaikan maka akan mudah diisi.  Janganlah hati ditutup dari masuknya hidayah itu.

Tidak ada manusia yang sempurna dan  tak pernah salah.  Pasti selain nabi dan rasul berbuat salah.  Maka bila anda ingin berubah ambil peluang ampunan itu.

2.                  Makna Rahmat ke-2, bisa jadi juga kasih sayang yang mengantarkan hamba pada sebuah solusi dari masalah yang sedang kita alami.  Sebelumnya ujian dulu  baru ada solusi dan rahmat kemudian.
Dalam QS (2:155-157) urutan esensi adri 3 ayat ini, datang ujian,  hadir kesabaran maka Allah akan turunkan rahmat solusi dari segenap masalah
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah 2:155)
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". (Al-Baqarah 2:156)
أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah 2:157)

Setiap orang bersanding dengan ujian dan masalah, pahami dulu , ujian diturunkan Alloh bukan bermaksud agar orang itu terbelit masalah tapi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Agar kualitas hidupnya meningkat.  Ujian hadir selalu untuk meningkatkan kualitas hidup.  Sederhananya anak yang sekolah dengan ujian dalam pendidikannya.  Mendapat nilai hasil bukti kemampuannya, tanda meningkatkan mentalitasnya.  Tidak  mungkin ada ijazah tanpa ujian.  Inilah hukum kehidupan.  Di kantor, di rumah tangga, di masyarakat.  Keinginan  kita memperbaiki keadaan maka akan nada ujian-ujian.  Bila ada ujian jangan menolak ujian itu karena ia bertujuan untuk meningkatnya kualitas kita di sisi Alloh dan sesama manusia.

Jika prinsip Alquran dipahami dengan baik maka kita akan merasakan ketepatan dalam bersikap.  Ada yang sedih bila tidak diuji oleh Alloh, rindu mendapat predikat sabar sehingga meningkat kedudukan kita.  Kita akan lebih tenang.
Prinsip terkait ujian yang kita alami:
1.      Ujian adalah cara kita mendekatkan diri pada Allah dengan membuktikan sifak kesabaran kita atas semua ketentuan Allah SWT’
2.      Alloh tidak akan menguji melebihi batas kemampuannya.  Orang yang tak mampu mengatasi ujian, dia takkan diuji.  Maka jangan mengeluh harusnya bangga, La yukalifullahu nafsan illa wus’aha.  Saat ujian datang tanamkan pada diri kita, alhamdulillah Alloh percaya kita mampu. Sebagai keyakinan dalam hati bukan untuk diumbar berlebihan sehingga menimbulkan kesombongan sebagai yang paling layak diuji
3.      Di balik segala ujian selalu ada solisi. Inna maal usri yusro (gampang/ringan lebih ringan dari senyuman).  Pasti beres, pasti selesai, pasti ada solusi.  Alloh sayang, aku bisa.  Kalimat-kalimat  Alquraan banyak diadobsi orang lain di luar Islam.  Kenapa kita yang memiliki Alqur’an nggak dipraktikan. Aku bisa. 

Ujian berbagai macam, lapar, kurang harta dan uang, sakit hingga meninggal. Wa bashirisshobirin, Muhammad, beri kabar gembira pada orang- yang sabar.  Siapa yang sabar, mereka yang punya prinsip saat mendapat ujian, menghayati kalimah istirja’ innalillahi wainna ilahi raajiuun.  Semua milik Alloh, jangankan harta benda jiwa ini juga milik Alloh.  Harus ikhlas  saat diambil.   Tetapi sambil berusaha mencarinya.   Saat sandal hilang kewajiban ikhtiar nyari, bila nggak ketemu istighfar.  Bukan berarti pasif hak kita diambil diam saja, bahkan berkata biarkan saja titipan Allah

Orang-orang yang saat diuji maka dia akan bilang Alhamdulillah,  Aku diuji untuk menaikkan kualitas diri, semua darimu insya Alloh akan ada solusi. Orang-orang yang diuji, sabar, berikhtiar mencari solusi tanpa keluhan maka Alloh akan memujinya dan memberi rahmat Alloh pada dirinya.  Rahmat akan mengantarkannya pada solusi daripada mengeluh.  Kasih sayang Alloh untuk mengantarkan rahmat
Seandainya pemimpin menyadari hal ini nggak ada saling menjatuhkan, menyengsarakan rakyat.  Jadi (sabar=1/2 solusi, 1/2nya lagi=kesabaran berikhtiar), turun rahmati  Alloh untuk keluar dari masalah dengan solusi darinya.

Tidak mudah dipraktikan.  Soalan RT selesai dengan senyum tapi kadang justru untuk senyum yang sulit. Kalau ada sesuatu yang tidak menyenangkan ambil lawan positifnya, cemberut dilawan dengan  senyum.  Sekarang apa ayat-ayat tentang rahmat itu: QS17-82, Di RT Cara mendapat rahmat: 4:34-35,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An-Nisa' 4:34)

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصْلَٰحًا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيْنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا
Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (An-Nisa' 4:35)
Sengketa Suami Istri,  (komunikasi, pisah ranjang, merenung, minta nasihat pada yang bijak)  Anak sulit menerima pelajaran, diisengin di kantor, diserobot tender, semua ada ayatnya. 

Habis Sholat berdoa. 
فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (An-Nisa' 4:103)

QS (4:103) Setelah sholat dzikir pada Alloh Hr Muslim 591, istighfar, Allohumma anta salam.  Bakda Sholat Dzikir, dzikir terbaik baca qur’an QS.15:9. Kami telah turunkan
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al-Hijr 15:9)
«إنا نحن» تأكيد لاسم إن أو فصل «نزلنا الذكر» القرآن «وإنا له لحافظون» من التبديل والتحريف والزيادة والنقص.
(Sesungguhnya Kamilah) lafal nahnu mentaukidkan atau mengukuhkan makna yang terdapat di dalam isimnya inna, atau sebagai fashl (yang menurunkan Adz-Dzikr) Alquran (dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya) dari penggantian, perubahan, penambahan dan pengurangan. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Hijr 15:9)

Menghapal Qur’an juga dzikir, murajaah, mengulang-ulang bacaan  QS 54:17- 22-30-32-40.
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar 54:17)
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar 54:22)
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِى وَنُذُرِ
Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. (Al-Qamar 54:30)
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar 54:32)
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar 54:32)

Di kantor ada jeda, selesai sholat gunakan untuk membaca Al Qur’an.  Ayat itu mudah dibaca yang sulit itu komitmen melaksanakannya.  Bila hanya teori yang ditumpuk dalam file catatan maka kita akan lelah. Mulai sekarang tingkatkan interaksi dengan alqur’an, jangan sampai menjadi teori tanpa pelaksanaan. Sabtu-Kamis mulai dipetakan mau berapa jus sehari.  Kalu niat hapal qur’an  Jum’at Jeda Sabti-Kamis 30 juz perhari 5 Juz. Ingin santai Ba’diyah-Qobliyah Sholat bisa ½ juz.  Bila anda ingin dimudahkan Alloh memperkuat interaksi dengan Alqur’an maka

Allohumma paksain.  Memohon tanpa memaksakan diri tidak akan berhasil. Di mobil, di pena di mana saja yang mudah dilihat. Muratal muratal muratal.  Ingin jadi ahli qur’an tapi yang di dengar music, tidak akan nyambung.

Mohon doa.  Sedang proses Desember kita punya proyek besar Pusat Alqur’an sedunia, dibuka di seluruh Indonesia, dengan memohon muslim Indonesia menjadi ahlul Qur’an.  Untuk menjadikan Indonesia bangsa yang terbaik (launching 27 Oktober sumpah ahli Alqur’an. Akan dibagi buku untuk menjadi ahlul Qur’an.)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IMPIAN PENUH KENANGAN

IMPIAN PENUH KENANGAN  Oleh: Farel Kemenangan Tim Bulutangkis SMPN III di tingkat provinsi tahun lalu memberikan semangat yang tak perna...