KODE-KODE KERAS DALAM AL QUR’AN
(Rewrite by Khadijah Hanif_313)
dari Ceramah Ustadz Adi Hidayat dengan penyesuaian
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا
بَعْدُ؛
Artinya :
Puji dan
syukur marilah kita panjatkan kehadirat ilahi Rabbi, atas karunia-Nya kita bisa
sama-sama berkumpul dalam rangka thalabulilmi, mencari ilmu. Serta kita bisa
bersilaturahim, bertatap muka di majelis yang mulia ini dalam kadaan aman fi
amanillah, sehat wal afiat. Mudah-mudaham setiap derap langkah bisa membuahkan
pahala bagi kita semua, bisa menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di
hadapan llah Swt.Taklupa semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada
jungjunan kita Nabi Muhammad Saw., kepada keluarganya, sahabatnya, para
tabi’in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya
hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang
baik.
Alhamdulillah kita telah menunaikan
sholat Isya berjamaah bersama amalan sunnahnya.
Semoga sholat Isya kita diterima oleh Alloh SWT. Dan semoga baik imam
maupun makmum diberikan hidayah oleh
Alloh SWT, dengan salat yang telah ditunaikan.
Karena salat pertama kali disampaikan dalam Al Quran, dilekatkan dengan kata
hidayah.
ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين
الذين يؤمنون بالغيب
ويقيمون الصلوة ومما رزقنهم ينفقون
Kitab Alquraan ini tidak ada keraguan padanya;
petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang
beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan
sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka
Jadi salat menjadi ciri orang
bertakwa. Orang bertakwa akan mendapat hidayah dari Alloh. Maka tiap kali kita salat kita akan mendengar
kalimat-kalimat Allah melalui bacaan imam.
Bukankan dalam salat dibacakan Alquraan pada kita? Jika anda paham makna dalam Alquraan, digali
dengan baik. Maka itu luar biasa. Hal-hal buruk dalam salat akan hilang dan
masyaallah, tiap imam mengimami dalam sholat itu, sering kali ada hal-hal konstektual
yang menjadi bimbingan langsung dalam hidup manusia.
Misalnya bila kita hayati bacaan
imam tadi, Quraan surat Huud ayat 40-47.
فَسَوْفَ
تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيمٌ
Kelak kamu
akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang
akan ditimpa azab yang kekal". (Hud 11:39)
حَتَّىٰٓ إِذَا
جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ قُلْنَا ٱحْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّ
زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ وَمَنْ
ءَامَنَ ۚ وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيل
Hingga apabila
perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman:
"Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang
(jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu
ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman". Dan
tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. (Hud 11:40)
۞ وَقَالَ ٱرْكَبُوا۟ فِيهَا بِسْمِ
ٱللَّهِ مَجْر۪ىٰهَا وَمُرْسَىٰهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Dan Nuh
berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di
waktu berlayar dan berlabuhnya". Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (Hud 11:41)
وَهِىَ تَجْرِى
بِهِمْ فِى مَوْجٍ كَٱلْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبْنَهُۥ وَكَانَ فِى مَعْزِلٍ
يَٰبُنَىَّ ٱرْكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلْكَٰفِرِينَ
Dan bahtera
itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil
anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai
anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama
orang-orang yang kafir". (Hud 11:42)
قَالَ
سَـَٔاوِىٓ إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِى مِنَ ٱلْمَآءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ
ٱلْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا
ٱلْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُغْرَقِينَ
Anaknya
menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku
dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari
azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi
penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang
ditenggelamkan. (Hud 11:43)
وَقِيلَ
يَٰٓأَرْضُ ٱبْلَعِى مَآءَكِ وَيَٰسَمَآءُ أَقْلِعِى وَغِيضَ ٱلْمَآءُ وَقُضِىَ
ٱلْأَمْرُ وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ
ٱلظَّٰلِمِينَ
Dan
difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan)
berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera
itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang
yang zalim". (Hud 11:44)
وَنَادَىٰ
نُوحٌ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبْنِى مِنْ أَهْلِى وَإِنَّ وَعْدَكَ
ٱلْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ ٱلْحَٰكِمِينَ
Dan Nuh
berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku
termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan
Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya". (Hud 11:45)
قَالَ يَٰنُوحُ
إِنَّهُۥ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيْرُ صَٰلِحٍ ۖ فَلَا
تَسْـَٔلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۖ إِنِّىٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ
ٱلْجَٰهِلِينَ
Allah
berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang
dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak
baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak
mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu
jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan". (Hud 11:46)
قَالَ رَبِّ
إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا
تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Dari ayat-ayat ini kita akan ingat dengan
bencana-bencana yang terjadi. Misalnya
di Palu dan sekitarnya. Bila anda baca
isyarat dan rahasia. Isyarat atau
peringatan dalam ayat Alqur’an. Itu
jelas sekali memberikan gambaran-gambaran.
Kenapa itu terjadi menimpa
kalangan umat dan sebagainya.
Kita hanya diberi isyarat. Mungkin dalam suasana berbeda tapi Alloh berikan
ilustrasi. Ada orang-orang yang dulu,
ada orang yang tinggal di sekitar pantai, sering mencela Nabi Nuh, yang
mengajak pada kebaikan. Mereka punya
ritual yang tak baik. Saat diingatkan
oleh Nabi Nuh, justru Nabi Nuh mendapat perlakuan tidak baik. Sampai Alloh beri berbagai macam gempa
sebagai peringatan awal, tapi belum sadar juga.
Di ayat 40 nya. Dan ketika mereka menantang apa yang telah
kami janjikan, tidak berhenti dengan perilakunya walaupun diajak dengan penuh
kesadaran. Lalu melampaui batas dari
batas-batas yang biasa. Maka kami
goyangkan periuk itu. Jika periuk berisi
aor itu digoncang oleh anda, airnya akan tenang atau bolak, balik? Pasti akan bolak
balik. Terus yang ada di atas pasti akan
goyang. Tanur adalah isyarat gempa.
Di ayat 44-nya maka akan diseret
air itu surut sampai ke dalam, kami datangkan lagi dengan bentuk yang lebih
besar. Kami telan apa yang ada di
atasnya. Saat Nabi Nuh selain
ditumpahkan air juga ditimpakan batu.
Di daerah pantai sering mengundang
maksiat pada beberapa bagian-bagiannya.
Maka kami sampaikan kepada siapapun yang tinggal di wilayah-wilayah yang
dekat dengan hal spt itu. Maksiat itu
sudah terjadi saat nabi Nuh 6-7 generasi dari nabi Adam.. Ribuan tahun dari Nabi Nuh hingga Nabi
Muhammad, sekitar 37 generasi. Nabi Muhammad ke kita sekarang ada 15 abad bisa jadi ekitar 37 generasi
ribuan tahun usianya. Dari dulu sudah
ada orang yang bermaksiat di tepi pantai.
Ritual tidak benar, maksiat dengan zina dan minuman. Kemudian dia sekarang ikut-ikutan bermaksiat,
maka dia terlambat. Diinformasikan oleh
Alquraan untuk tidak berperilaku seperti itu lagi karen resikonya berat,
Adzab. Alloh beri tanda bahwa kalau ada
tsunami maka bahtera akan datang ke daratan.
Maka patut curuga ada ombak tsunami dan bahtera merapat ke daratan. Maka di situ pasti terjadi. Apalagi kalau gempanya berlipat-lipat di
dalam dan menelan orang-orang di
atasnya. Pasti ada sesuatu di situ.
Makanya saya mengajak untuk semua
dari kita. Ayo, kita bertaubat pada
Alloh SWT! Bagi yang masih hidup, kita
menyeru saudara seiman kita untuk sabar dan tinggalkan kegiatan yang tidak
baik, yang bertentangan dengan hukum syariat kita, mendekat pada alloh SWT,
kita saling dukung.
Kondisi khususnya di Palu.
Allohua’lam, apa yang terjadi. Tapi insya Alloh kita bermohon pada Alloh, semoga
khususnya orang beriman dikuatkan oleh Alloh SWT. Belajar dari peristiwa itu, meninggalkan hal
yang tidak disukai oleh Alloh. Juga kita
menolong saudara sebangsa kita yang sekiranya mendapat dengan izin Alloh
mendapat ujian seperti ini. Supaya
dengan bantuan kita semua, terikrar kewarganegaraan kita dengan sikap yang
baik. Dan bagi sesame orang beriman, maka
diujilah ikatan keimanan satu dengan yang lain.
Akan tapi mohon maaf, sampai hari
ini masih menunggu situasi dan belum mengumpulkan terlebih dahulu donasi. Kalau Lombok beda situasi dan kasusnya,
kondisinya masih terjangkau. Saya bisa
menjangkau, sedangkan sesen pun harta yang anda titipkan harus saya jaga dengan
betul. Sampai saya pastikan datang ke
tempatnya. Saat erupsi Merapi kami
datangi lokasi, di Lombok kami datangi untuk sampai di tempat. Di palu kami belum punya akses. Maka sementara kami menitipkan pada adik kelas
kami yang ada di sana yang memang membina masyarakat dalam nuansa Al
Qur’an. Bahkan ada satu tempat untuk
bina Al Quran, satu lagi beliau berdakwah di masyarakat.
Sementara kami belum mengumpulkan
dana sedikitpun. Bila ada yang memasang
nama kami maka itu pasti bukan dari kami.
Kami titipkan pada keluarga besar ikatan alumni Libya. Kami titipkan pada adik kelas kami untuk bisa
memberikan tanggap darurat terlebih dahulu.
Kami insya Alloh sedang bermohon pada Alloh, kami sedang menggalang dana
untuk membantu rumah-rumah Alquraan yang terdampak. Saya memohon pada Alloh agar orang-orang yang
tersisa di sana, kami mohon bisa menjadi daerah Qurani di Palu. Saya mohon pada Alloh untuk bisa membangun
pusat Alquran di sekitar itu. Kita akan
menggantikan perjuangan guru tua kita di masa yang lampau untuk menghilangkan
hal-hal tidak baik dan mengembalikan pada nilai-nilai keislaman.
Dua tahun kebelakang ada usaha
mengembalikan maksiat itu, lalu Alloh memberikan gambaran pada kita agar kita
kembali pada nilai terbaik dari Alloh Swt.
Kalau sifatnya musibah kemudian kita sikapi dengan cara yang
terbaik. Bagi orang beriman ada wacana
mesti melihat dengan pandangan yang baik, bantu saudara-saudara kita. Jangan bedakan muslim dengan non muslim. Sebagai muslim, iman anda mesti membaca. Kalau iman anda tidak bergerak maka dipertanyakan
iman anda. Kalau bicara hanya
musibah. Jangankan di Indonesia di
tempat lain pun ada. Tapi iman kita harus bertanya, kenapa? Bila iman anda tidak menjadi bahan koreksi
maka perlu dikoreksi imannya. Ada iman
tidak dalam dirinya. Maka bertakwalah. Wajar imam kita menagis berkali-kali mungkin
dia memohon pada Alloh supaya bangsa ini diberikan keberkahan dan kembali pada
nilai-nilai terbaik dengan izin Alloh
SWT.
Bangsa ini merdeka dengan nama
Allah, Maka ketika petunjuk-petunjuk
Allah dikhianati, maka wajar jika Allah memberikan peringatan pada penduduk
bangsa ini dan dalam pembukaan UUD 1945 dituliskan dan dibacakan, atas berkat
rahmat Allah yang maha kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan yang
luhur. Kita mengakui bahwa kemerdakaan adalah
dengan rahmat dan berkah Alloh. Harusnya
kita mengisi kemerdekaan dengan minta rahmat dan berkah. Bukan dengan melakukan sesuatu yang menantang
rahmat dan keberkahan. Jadi pantas kalau
Alloh menegur. Kalau ada kegiatan yang
tidak mendatangkan rahmat dan keberkahan Alloh.
Saya tidak peduli dengan kalimat ini bila hal ini dipersoalkan. Saya akan katakan, bila kita beriman pada
Alloh dan mengakui Alloh yang Maha Kuasa.
Maka wajib bagi orang beriman di bumi pewrtiwi ini untuk mengisi
kemerdekaan dengan hal yang mendatangkan rahmat dan berkah Alloh. Jika memang
Alloh ingin menurunkan di tempat ini, untuk bangsa ini, keberkahan yang paling
Abadi.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ
ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ
وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Jikalau
sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan
melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya. (Al-A’raf 7:96)
Kalaulah satu penduduk negeri mau
beriman dan meningkatkan takwanya kepada Allah maka Allah janjikan akan dibuka
seluruh pintu keberkahan di langit dan di bumi. Pintu keberkahan. Ingat Berkah itu ziyadatul khoir (Bertambah
banyak manfaatnya). Jikalau negeri ini
makmur dengan segala sumber dayanya tapi hilang manfaatnya berarti ada yang
hilang keberkahan di dalamnya. Kalau
suatu tempat misalnya terlihat sedikit sumber daya alamnya tapi banyak
manfaatnya, maka ada kemuliaan di dalamnya. Jika ia beriman pada Alloh SWT, ia akan
meyakini hal ini.
Untuk itu
bagaimana cara meraih rahmat SWT. Saya
mohon maaf bila kalimat saya terasa tegas.
Karena untuk hal-hal yang menyimpang dari aqidah maka tidak ada
kelembutan padanya, bagi yang beriman.
Kecuali bagi yang belum beriman harus dengan cara lembut dan baik. Untuk yang beriman harus dijaga dengan kuat. Contohnya bila anak anak anda dekat buaya
maka anda akan lembut atau teriak. Maka mustahil
kita kita berkata lembut. Pastilah akan
ditarik. Ini menyimpang dari aqidah
setelah anda muslim maka itu mendekat dari neraka, sedang Alloh telah
menjauhkan anda dari persimpangan api neraka.
وَٱعْتَصِمُوا۟
بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم
بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ
فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ
لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu
(masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu
telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk. (Ali 'Imran 3:103)
Kamu berada di persimpangan
neraka, lalu Kami jauhkan. Sudah di
jauhkan anda mendekat lagi. Makanya
wajar kalau diteriaki,kan? Jadi wajib
kalau urusan aqidah itu, harus tegas,
supaya dijaga oleh Alloh SWT dari keburukan-keburukan yang mungkin menimpa.
Pertanyaannya. Kalau kita ingin mendapat
rahmat dari Alloh, maka bagaimana kita bisa meraihnya. Itulah yang akan kita turunkan pada
وَنُنَزِّلُ
مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ
ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Dan Kami
turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang
yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim
selain kerugian. (Al-Isra' 17:82)
Awas hati-hati: Dan kami turunkan dari ayat Alquran itu yang bisa
menjadi syifa. Saya sudah rinci dari
pertemuan lalu sampai penegasannya tadi.
Warahmah yang kedua rahmat. Jadi
kita sudah mendapatkan dua diayat ini dan satu di ayat sebelumnya. Kalau kita turunkan supaya anda bisa
detailkan catatannya, Kita sedang bicara
tentang nama dan sifat Al Qur’an. Nama
ini menunjukkan pada sebutan-sebutan yang melekat pada Alquran. Sifat melekat pada fungsi atau manfaat yang
dimaksud.
Namanya, menunjukkan sifat dan fungsi
dari sebutan itu. Pertama kita sebut, Al
Quran fungsi pertamanya hidayah. Berdasarkan
QS 17: 9, fungsi yang kedua syifa dan yang ketiga rahmat bagi orang yang
beriman. (QS 17:82).
Syifa sudah kita bahas, bisa jadi
obat bagi penyakit fisik yang secara klinis dan medis ditetapkan sulit atau
sudah tidak ada obatnya lagi. Maka cari
ayat-ayat didalam Alquraan yang memberi
isyarat, bagaimana anda berinteraksi dengan Alquraan, baca ayat yang mendekat diri pada Alloh yang berisi ayat
penyembuh, lekatkan pada yang dirasa sakit itu. Sesuai petunjuk ayat-ayatnya.
وَإِذَا
مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
Dan apabila
aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, (Asy-Syu'ara' 26:80)
Kalau sudah parah sangat
۞ وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ
أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
dan (ingatlah
kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku
telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara
semua penyayang". (Al-Anbiya 21:83)
فَٱسْتَجَبْنَا
لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم
مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَٰبِدِينَ
Maka Kamipun
memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan
Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka,
sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua
yang menyembah Allah. (Al-Anbiya 21:84)
Cara mengamalkan bacaan itu bisa dipakai dalam sholat atau dalam bermohon. Seperti memohon banyak hal yang dalam medis mustahil,
perihal keturunan misalnya
فَتَقَبَّلَهَا
رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا
زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا ٱلْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا
رِزْقًا ۖ قَالَ يَٰمَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ
ٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Maka Tuhannya
menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan
pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap
Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya.
Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan)
ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah".
Sesungguhnya
Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (Ali 'Imran
3:37)
هُنَالِكَ
دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً
طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
Di sanalah
Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku
dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar
doa". (Ali 'Imran 3:38)
Bisa juga dengan penyakit hati
seperti iri, dengki, riya, sombong dan macam-macam. Maka ingatlah saat sedang gelisah atau tidak
enak hati. Mohon maaf ada persoalan di
kantor, di rumah tidak enak hati, wudhu saja, buka mushaf. Dibandingkan mengeluh, baca qur’an. Begitu bacaan itu diucapkan lisan, minimal
ketenangan ditanamkan dalam jiwa Oleh Alloh.
Kalau sudah tenang, pikiran jernih.
Saat pikiran jernih maka mencari solusa mudah. Bukan tidak pintar mencari solusi tapi karena
pikiran tak jernih maka cenderung kesimpulan dan keputusannya menjadi tidak
tepat. Kesimpulan yang muncul salah. Ini
menjadi masalah dalam kehidupan. Sekarang kita ambil rahmat Alquraan.
Apa itu Rahmat. Diantaranya ada
yang terkait dengan bacaan imam kita tadi.
1. Rahmat yang pertama bisa berarti
ampunan dari dosa yang sudah berlumur.
Yang sulit terukur, dosanya sudah tidak kehitung. Kalau dalam bahasa
Alqurannya disebut Isrof. Isof itu sudah berlebihan. Kalau yang satu dusta saja. Dia katakana tidak ada dusta diantara kita
tapi dusta juga. Yang satu misalnya
mabuk yang satu judi. Yang isrof ini,
semua dikerjakan bahkan kalau ada satu belum dia kerjakan rasanya belum
lengkap. Dia suka mencoba maksiat. Bila
tidak mencoba rasanya tidak enak, ada yang kurang. Banyak seperti datang kepernikaan, nambah
terus prasmanan. Sekali orang lain cukup,
dia belum cukup.
Ada orang yang banyak berbuat salah tapi selalu saya
katakan, Allah itu rahmatnya, kasih sayangnya melebihan ghodhobnya, murkanya. Kasih sayang Alloh bagi seorang yang masih
nyawanya belom sampai ke kerongkongan.
Ia senantiasa menahan murkanya sebelum akhirnya memberikan hukuman. Sepanjang nyawamu belum sampai di kekerongkongan, kamu jangan pulang dalam
keadaan kotor, kamu mesti bersih.
Pulanglah dalam keadaan bersih.
Saya sering katakan Firaun saja yang paling durjana, hidupnya mengaku Tuhan,
hobinya membunuh orang, kata-katanya begitu kasar sering mencela bahkan meneksekusi
orang. Masih diberi kesempatan dengan
diberikan dua nabi, Musa dan Harun.
Firman Allah, “ Wahai Musa dan Harun, pergilah kepada firaun, dia mulai
menyimpang dari kedudukannya. Sudah ngaku tuhan tapi nyawa belum sampai ke
kerongkongan, beri dia petunjuk dan datangi, katakan padanya dengan penuh kelembutan. Dakwah,i katakan padanya degan dengan lembut.
Anda dakwah, belum bebas dari maksiat, tidak semulia Musa
dan Harum. Musa dan Harun dua-duanya dekat
dengan Alloh dijamin surga masih berdakwah dengan lembut. Anda bukan nabi, bukan rasul, tidak ada
jaminan syurga, belum bebas dari maksiat, berdakwah pada tetangga anda atau
musuh anda yang tidak sejahat fir’aun kenapa mesti kasar. Anda siapa? Berdakwah pada teman Antum yang beda majelis
taklim, masih sama-sama mengaji kenapa mesti saling mencela.
۞ قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ
أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ
ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Katakanlah:
"Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni
dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (Az-Zumar 39:53)
QS 39:53 (Dan Muhammad katakan
pada hamba2ku yangbanyak berbuat isrof, pernah berbuat melampaui batas terhadap dirinya sendiri
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Assrofu= Kata Kerja, perbuatannya,
pernah mencuri, mabok, begal, macam-macam.
Tetap ada kesempatan untuk kembali.
Fir’aun aja ada kesempatan taubat.
Masak kamu yang bukan Fir’aun putus asa dari rahmatNya. Kamu yang tidak sehebat Fir’aun kok gak mau
taubat? Jangan bersaing dengan firaun
nggak akan menang. Maka yang pernah
begal, mabok, bunuh orang dan macam-macam lagi, saya ajak untuk bertaubat.
Selalu ada kesempatan untuk
kembali. Kalau kamu tidak balik taubat
kamu aneh. Jangan bersaing dengan firaun.
Dia sudah duluan dan firman Allah, dia Aku tenggelamkan dan jasadnya Aku
temukan wajahnya jelek tidak karuan, masak kamu mau ikutan. Wajah itu untuk pengingat betapa hinanya
mereka yang mengaku tuhan, bermaksiat pada Allah dan tidak mau bertaubat. Ada yang di pesantren di Suka Miskin, Bambu
Apus dsb. Itu oleh Alloh ditempatkan di
satu tempat, diisolasi, supaya anda berubah.
Kalau dibimbing juga nggak mau berubah, mesti dikemanakan lagi?
Sama juga untuk kita yang disini,
sujudlah di malam hari, mintakan pada Alloh agar diberi petunjuk. Doakan tetangga-tetangga anda: “Jadikan
tetangga saya menjadi tetangga saya di surga, beri dia hidayah”. Ada makanan kirimi dia makanan. Sebelum diberikan, doakan dulu. “Ya Alloh
samapaikan hidayah padanya.” Besok ajak
dia ke masjid. Maka akan ada transfer
pahala saat dia bertaubat dan melakukan kebaikan. Doakan lagi, ajak lagi. Bila dia berubah dengan izin Alloh maka anda
akan mendapat pahala dari setiap kebaikan yang dilakukannya.
Hidup ini sederhana sebetulnya. Kita sebar senyum saja sudah kebaikan, kok. Ketika Allah ingin memberikan ampunan pada
orang yang berperilaku dosa semacam ini.
Maka kalimat ini yang dimaksud dengan rahmat. Jangan putus asa dengan rahmat allah. Sekarang pertanyaannya. Bila ada orang tersentuh dengan bahasa
qurani, kami ingin kembali ya Alloh. Orang yang bermaksiat membunuh100 orang
tahun pun dan dia mau bertaubat maka dia akan mendapat syurga. Masihkah ada kesempatan? Masih ada.
Di ayat selanjutnya
قَالَا
رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Keduanya
berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika
Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah
kami termasuk orang-orang yang merugi. (Al-A’raf 7:23)
Untuk yang bermaksiat dan ingin
bertaubat, kata Allah akan Aku ampuni.
Bila anda tolak tawaranNya maka anda keterlaluan. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan
kembali. Disampaikan oleh Nabi
Adam. Saat berbuat salah kemudian di
turunkan ke bumi. “Ya Rabb (Pelindung, pemaaf, pemberi kebutuhan, pengampun
dosa), Ya Allah kami mengakui sering berbuat dzalim dalam kehidupan kami. Kalau Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami. Niscaya kami termasuk orang yang merugi.
Taghfirlana dari ghufroon,dari
ghofaro, gufroonan, sifat yang mengampuni dosa. Pengampun kalau satu disebut groofir, dosanya
satu, dzanbun. Disebutkan dalam Alquran
40:3
غَافِرِ
ٱلذَّنۢبِ وَقَابِلِ ٱلتَّوْبِ شَدِيدِ ٱلْعِقَابِ ذِى ٱلطَّوْلِ ۖ لَآ إِلَٰهَ
إِلَّا هُوَ ۖ إِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ
Yang
Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai
karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya-lah
kembali (semua makhluk). (Al-Mu’min 40:3)
Ghofiri dzdzanbi wa qabilittauabi dosa banyak
nambah terus dzunuubun.
Sifat Alloh ke-2 dalam surat Nuh
ayat 10 sifat Alloh Ghofaroo.
فَقُلْتُ
ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا
maka aku
katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah
Maha Pengampun-, (Nuh 71:10)
Rob-robb-robb sebagai Pemberi
ampunan dan taubat. Mungkin saat taubat
wafat, syurga menanti anda. Ghofar bukan
ghofir karena dosanya sudah mulalui banyak.
Diingatkan tetap durhaka. Nuh
tidak berputus asa. Bila banyak ghofur,
bila sangat banyak ada tambahan sifat ghofur dan rahmat. Bila tak terhitung
maka minta pemberian rahmat oleh Allah SWT.
Engkau lah yang mengatakan bahwa
rahmatmu melebihi murkaMu, maka atas janjimu itu kami mohon ampunanmu. Jauhkan hamba dari dosa-dosa itu hingga hari
kiamat. Sekecil apapun kesalahan akan
ditampakkan. Sejauh-jauhnya
baaa’id. Baid masih jauh tapi
terlihat. Baaa’id jauhkan hingga tidak
terlihat lagi kapanpun dimanapun sampai kapanpun
Khoothooun=salah, kesalahannya banyak=Khoothooyaa. Kalau
banyak nggak bisa hitung. Dosa mata,
telinga, lisan berapa salah lihat salah dengar salah ucap. Jadilah
khoothooya. Ya Alloh saya ngaku berbuat
salah tak terhitung ya Allah.
Khoothooyaya (Pengakuan kesalahan diri yang tak terhitung dan sangat
banyak).
Dalam doa iftitah: Alloh ba’id baini wa bainna
khoothooyaya Makanya bagi yang hatinya khusyuk
maka baru takbir sudah menangis. Ingat
dosa saat sebelum solat, air mata tidak akan terbendung. Nabi bersabda bahwa salat ke salat, Jum’at ke
Jum’at, ramadan ke ramadan bisa menghapus
dosa –dosa sepanjang bukan dosa besar.
Bila digabung antara ghofar, ghafir, ghofur dengan rahmat maka menjadi
sifat Rahim
Khoto’(kata benda)-akhthoa( kata kerja), akhtoktu (salah
saya), akhtoknaa (salah kami), mohon ampunan dan rahmat supaya saya tidak
dihukum, tolong saya. Maka Alloh
turunkan dalam Al Qurna dalam QS 2: 286
لَا يُكَلِّفُ
ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا
ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ
رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ
مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ
عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى
ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Allah tidak
membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala
(dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang
dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum
kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami
apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum
yang kafir". (Al-Baqarah 2:286)
Di keheningan malam anda minta. Tak paham ayat, baca
maknanya. Hamba tak luput dari dosa tapi rahmat mu lebih luas dari
murkamu. Allohumma Rahmatik-Allohumma
Rahmatik. Disertakan orang-dekat,
orang-orang yang anda kenal, tetangga-tetangga anda memohonkan ampunan pada
Allah untuk mereka
QS 51:18 Perintah untuk membiasakan istighfar.
وَبِٱلْأَسْحَارِ
هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Dan selalu
memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. (Az-Zariyat 51:18)
Kau tuhan kami, kalau Tuhan saja yang Maha Pengampun tidak mengampuni mesti kemana hamba minta
ampun. Lalu mohonkan pula untuk orang
lain bahkan seluruh Nusantara. Maka hal
ini akan menahan Adzab Alloh SWT.
Yang paling menarik. Alloh tak kan mengadzab selama Nabi
masih ada. Lalu bagaimana ketika nabi
tak ada dan maksiat merajalela?
Firman Alloh: Aku tidak akan mengadzab seandainya kamu
masih ada di antara ummatmu. Dan
memanglah sahabat yang hidup nabi jarang melakukan maksiat. Mak ketika Nabi sudah wafat, lalu ummatnya
berbuat maksiat, wajar dan layaklah untuk menerima adzab.
Muadzibahum-isim fail, langsung
memberi gambaran, banyak penyimpangan tapi kenapa ditahan karena masih ada yang
beristighfar. Bisa jadi para pendoa
dalam tahajud menjadi penahan adzab.
Keberkahan ada saat banyak yang bertaubat. Gelas isinya kotor, ditutup maka susah
hidayah masuk. Maka buka hati untuk
hidayah, buka wadahnya, buang air kotornya isi dengan kebaikan maka akan mudah
diisi. Janganlah hati ditutup dari
masuknya hidayah itu.
Tidak ada manusia yang sempurna dan tak pernah salah. Pasti selain nabi dan rasul berbuat
salah. Maka bila anda ingin berubah
ambil peluang ampunan itu.
2.
Makna Rahmat ke-2, bisa jadi juga kasih
sayang yang mengantarkan hamba pada sebuah solusi dari masalah yang sedang kita
alami. Sebelumnya ujian dulu baru ada solusi dan rahmat kemudian.
Dalam QS (2:155-157) urutan esensi
adri 3 ayat ini, datang ujian, hadir kesabaran
maka Allah akan turunkan rahmat solusi dari segenap masalah
وَلَنَبْلُوَنَّكُم
بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ
وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
Dan sungguh
akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah 2:155)
ٱلَّذِينَ
إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ
رَٰجِعُونَ
(yaitu)
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna
lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". (Al-Baqarah 2:156)
أُو۟لَٰٓئِكَ
عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ
ٱلْمُهْتَدُونَ
Mereka itulah
yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka
itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah 2:157)
Setiap orang bersanding dengan ujian dan masalah,
pahami dulu , ujian diturunkan Alloh bukan bermaksud agar orang itu terbelit
masalah tapi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Agar kualitas hidupnya
meningkat. Ujian hadir selalu untuk
meningkatkan kualitas hidup.
Sederhananya anak yang sekolah dengan ujian dalam pendidikannya. Mendapat nilai hasil bukti kemampuannya, tanda
meningkatkan mentalitasnya. Tidak mungkin ada ijazah tanpa ujian. Inilah hukum kehidupan. Di kantor, di rumah tangga, di
masyarakat. Keinginan kita memperbaiki keadaan maka akan nada
ujian-ujian. Bila ada ujian jangan
menolak ujian itu karena ia bertujuan untuk meningkatnya kualitas kita di sisi
Alloh dan sesama manusia.
Jika prinsip Alquran dipahami
dengan baik maka kita akan merasakan ketepatan dalam bersikap. Ada yang sedih bila tidak diuji oleh Alloh,
rindu mendapat predikat sabar sehingga meningkat kedudukan kita. Kita akan lebih tenang.
Prinsip terkait ujian yang kita
alami:
1. Ujian adalah cara kita mendekatkan
diri pada Allah dengan membuktikan sifak kesabaran kita atas semua ketentuan
Allah SWT’
2. Alloh tidak akan menguji melebihi
batas kemampuannya. Orang yang tak mampu
mengatasi ujian, dia takkan diuji. Maka
jangan mengeluh harusnya bangga, La yukalifullahu nafsan illa wus’aha. Saat ujian datang tanamkan pada diri kita, alhamdulillah
Alloh percaya kita mampu. Sebagai keyakinan dalam hati bukan untuk diumbar
berlebihan sehingga menimbulkan kesombongan sebagai yang paling layak diuji
3. Di balik segala ujian selalu ada
solisi. Inna maal usri yusro (gampang/ringan lebih ringan dari senyuman). Pasti beres, pasti selesai, pasti ada
solusi. Alloh sayang, aku bisa. Kalimat-kalimat Alquraan banyak diadobsi orang lain di luar
Islam. Kenapa kita yang memiliki
Alqur’an nggak dipraktikan. Aku bisa.
Ujian berbagai macam, lapar,
kurang harta dan uang, sakit hingga meninggal. Wa bashirisshobirin, Muhammad,
beri kabar gembira pada orang- yang sabar.
Siapa yang sabar, mereka yang punya prinsip saat mendapat ujian, menghayati
kalimah istirja’ innalillahi wainna ilahi raajiuun. Semua milik Alloh, jangankan harta benda jiwa
ini juga milik Alloh. Harus ikhlas saat diambil.
Tetapi sambil berusaha
mencarinya. Saat sandal hilang kewajiban ikhtiar nyari,
bila nggak ketemu istighfar. Bukan
berarti pasif hak kita diambil diam saja, bahkan berkata biarkan saja titipan
Allah
Orang-orang yang saat diuji maka
dia akan bilang Alhamdulillah, Aku diuji
untuk menaikkan kualitas diri, semua darimu insya Alloh akan ada solusi. Orang-orang
yang diuji, sabar, berikhtiar mencari solusi tanpa keluhan maka Alloh akan
memujinya dan memberi rahmat Alloh pada dirinya. Rahmat akan mengantarkannya pada solusi
daripada mengeluh. Kasih sayang Alloh
untuk mengantarkan rahmat
Seandainya pemimpin menyadari hal
ini nggak ada saling menjatuhkan, menyengsarakan rakyat. Jadi (sabar=1/2 solusi, 1/2nya lagi=kesabaran
berikhtiar), turun rahmati Alloh untuk
keluar dari masalah dengan solusi darinya.
Tidak mudah dipraktikan. Soalan RT selesai dengan senyum tapi kadang
justru untuk senyum yang sulit. Kalau ada sesuatu yang tidak menyenangkan ambil
lawan positifnya, cemberut dilawan dengan senyum.
Sekarang apa ayat-ayat tentang rahmat itu: QS17-82, Di RT Cara mendapat
rahmat: 4:34-35,
ٱلرِّجَالُ
قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ
وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ
لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ
فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ
أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا
كَبِيرًا
Kaum laki-laki
itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan
sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena
mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka
wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika
suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita
yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka
di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu,
maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah
Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An-Nisa' 4:34)
وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا
فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ
إِصْلَٰحًا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيْنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا
خَبِيرًا
Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan
antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan
seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud
mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (An-Nisa' 4:35)
Sengketa Suami Istri, (komunikasi, pisah ranjang, merenung, minta
nasihat pada yang bijak) Anak sulit
menerima pelajaran, diisengin di kantor, diserobot tender, semua ada
ayatnya.
Habis Sholat berdoa.
فَإِذَا
قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ
جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ
ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا
Maka apabila
kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu
duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka
dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah
fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (An-Nisa' 4:103)
QS (4:103) Setelah sholat dzikir
pada Alloh Hr Muslim 591, istighfar, Allohumma anta salam. Bakda Sholat Dzikir, dzikir terbaik baca
qur’an QS.15:9. Kami telah turunkan
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا
ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ
Sesungguhnya
Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya. (Al-Hijr 15:9)
«إنا نحن» تأكيد لاسم إن أو فصل
«نزلنا الذكر» القرآن «وإنا له لحافظون» من التبديل والتحريف والزيادة والنقص.
(Sesungguhnya
Kamilah) lafal nahnu mentaukidkan atau mengukuhkan makna yang terdapat di dalam
isimnya inna, atau sebagai fashl (yang menurunkan Adz-Dzikr) Alquran (dan
sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya) dari penggantian, perubahan,
penambahan dan pengurangan. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Hijr 15:9)
Menghapal Qur’an juga dzikir,
murajaah, mengulang-ulang bacaan QS
54:17- 22-30-32-40.
وَلَقَدْ
يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan
sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang
yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar 54:17)
وَلَقَدْ
يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan
sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang
yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar 54:22)
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِى وَنُذُرِ
Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan
ancaman-ancaman-Ku. (Al-Qamar 54:30)
وَلَقَدْ
يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan
sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang
yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar 54:32)
وَلَقَدْ
يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan
sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang
yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar 54:32)
Di kantor ada jeda, selesai sholat
gunakan untuk membaca Al Qur’an. Ayat
itu mudah dibaca yang sulit itu komitmen melaksanakannya. Bila hanya teori yang ditumpuk dalam file
catatan maka kita akan lelah. Mulai sekarang tingkatkan interaksi dengan
alqur’an, jangan sampai menjadi teori tanpa pelaksanaan. Sabtu-Kamis mulai
dipetakan mau berapa jus sehari. Kalu
niat hapal qur’an Jum’at Jeda
Sabti-Kamis 30 juz perhari 5 Juz. Ingin santai Ba’diyah-Qobliyah Sholat bisa ½
juz. Bila anda ingin dimudahkan Alloh
memperkuat interaksi dengan Alqur’an maka
Allohumma paksain. Memohon tanpa memaksakan diri tidak akan
berhasil. Di mobil, di pena di mana saja yang mudah dilihat. Muratal muratal
muratal. Ingin jadi ahli qur’an tapi
yang di dengar music, tidak akan nyambung.
Mohon doa. Sedang proses Desember kita punya proyek
besar Pusat Alqur’an sedunia, dibuka di seluruh Indonesia, dengan memohon
muslim Indonesia menjadi ahlul Qur’an.
Untuk menjadikan Indonesia bangsa yang terbaik (launching 27 Oktober
sumpah ahli Alqur’an. Akan dibagi buku untuk menjadi ahlul Qur’an.)
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ
وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ
إِلَيْكَ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar