INGAT
2 PERKARA, LUPAKAN 2 PERKARA
Ada banyak nasihat Lukman Al Hakim, bahkan nasihat-nasihat itu
diabadikan dalam Al Qur’an. Nama Lukman
sendiri menjadi salah satu nama surat dalam Al Qur’an.
Siapakah sebenarnya Lukman Al Hakim?
Dalam Kitab Bidayah wa Annihayah dan Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa nama panjangdari Lukman Al Hakim Luqman bin ‘Anqa' bin Sadun,
putranya bernama Taran. Hal serupa disebutkan pula oleh As-Suhaili.
Syauqi Abu Khalil
dalam kitabnya Athlas Al-Qur’an menyebutkan, Luqman adalah putra saudara
perempuan Ayyub atau putra bibinya. Ada pula yang berpendapat bahwa Luqman
hidup hingga Nabi Daud AS diutus sebagai rasul. Masih menurut Syauqi, ketika Daud diutus oleh Allah menjadi nabi dan rasul, Luqman tidak lagi memberikan fatwa. Alasan Lukman, bahwa ia sudah cukup memberikan fatwa. "Tidakkah aku merasa cukup, bila aku sudah diberi kecukupan?” ungkapnya.
Mayoritas ulama berpendapat Luqman adalah seorang hamba Allah , namun bukanlah seorang nabi. Menurut Jabir bin Abdullah, Luqman
memiliki tubuh yang sangat pendek dan hidungnya tidak mancung. Sedangkan, Ibnu
Jarir berpendapat Luqman adalah hamba sahaya, menjadi tukang kayu dan berasal dari Habasyah.
Ingat dua perkara:
1. Kebaikan
orang kepada kita:
Hikmahnya:
a. Kita
akan menjadi orang yang pandai berterimakasih, ingin segera membalas kebaikan
itu semampu kita
b. Mengikis
sifat sombong, Terhindar dari rasa diri lebih baik dari orang
lain. Sebaliknya akan memunculkan tawadhu, orang lain lebih baik
dari kita
c. Melatih
diri untuk senantiasa bersyukur pada Allah SWT. Merasakan hakikat
kebaikan orang itu atas izin Allah SWT. Maka akan bertambah
keyakinan kita atas kasih sayang dan karunia Allah SWT.
مَنْ
لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللَّهَ
Barang kepada Allahgsiapa yang
tidak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia, maka tidak bersyukur (HR. at
Tirmidziy; Hasan Shahiih)
2. Kesalahan
kita kepada orang:
Hikmahnya:
a. Kita
akan menjadi orang yang mudah meminta maaf saat berbuat salah. Berusaha
sebisa mungkin mendapat ridho dari sesame yang kita telah berbuat salah
padanya,
b. Mendatangkan
kasih sayang dengan sesama yang berarti juga mendatangkan kasih sayang Allah
SWT, dengan kita sambungkan lagi silaturahim pada orang yang kita berbuat salah
padanya
c. Merasakan
diri hamba yang bayak silap sehingga selalu mohon perlindungan pada Allah agar
terhindar dari salah silap.
Lupa dua perkara:
1. Kebaikan kita kepada orang
Hikmahnya:
a. Kita akan menjadi orang yang ikhlas, berbuat hanya
karena Allah SWT, tidak mengharap balas jasa, tidak menganggap orang kurang
tahu berterima kasih
b. Memunculkan rasa tawadhu, rasa diri kurang beramal
c. Selalu harap dan berdoa pada Allah agar bisa beramal
ibadah kebaikan yang banyak.
d. Terhindar dari rasa cukup dalam ibadah dan amal saleh
2. Kejahatan orang lain terhadap kita
Hikmahnya:
a. Kita
akan menjadi pemaaf, rasa lapang tanpa permusuhan dengan sesame
b. Membuat kita
makin dekat dengan yang Maha Mengampuni Al Ghofur
c. Saat
kita mudah memaafkan berarti kita menyambung tali kasih sayang, berarti akan
mendatangkan kasih sayang dengan sesama yang berarti juga mendatangkan kasih
sayang Allah SWT.
d.
Tiap kejahatan yang hadir adalah ujian dari Allah SWT
أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah
beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-'Ankabut 29:2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar