Senin, 22 Oktober 2018

INGAT 2 LUPA 2


INGAT 2 PERKARA, LUPAKAN 2 PERKARA


Ada banyak nasihat Lukman Al Hakim, bahkan nasihat-nasihat itu diabadikan dalam Al Qur’an.  Nama Lukman sendiri menjadi salah satu nama surat dalam Al Qur’an.

 Siapakah sebenarnya Lukman Al Hakim?

Dalam Kitab Bidayah wa Annihayah  dan Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan  bahwa nama panjangdari Lukman Al Hakim  Luqman bin ‘Anqa' bin Sadun, putranya bernama Taran.  Hal serupa disebutkan pula oleh As-Suhaili.

Syauqi Abu Khalil dalam kitabnya Athlas Al-Qur’an menyebutkan, Luqman adalah putra saudara perempuan Ayyub atau putra bibinya. Ada pula yang berpendapat bahwa Luqman hidup hingga Nabi Daud AS diutus sebagai rasul. Masih menurut Syauqi, ketika Daud diutus oleh Allah menjadi nabi dan rasul, Luqman tidak lagi memberikan fatwa. Alasan Lukman, bahwa ia sudah cukup memberikan fatwa.  "Tidakkah aku merasa cukup, bila aku sudah diberi kecukupan?” ungkapnya.

Mayoritas ulama berpendapat Luqman adalah seorang hamba Allah , namun bukanlah seorang nabi. Menurut Jabir bin Abdullah, Luqman memiliki tubuh yang sangat pendek dan hidungnya tidak mancung. Sedangkan, Ibnu Jarir berpendapat Luqman adalah hamba sahaya, menjadi tukang kayu dan berasal dari Habasyah.

Ingat dua perkara:

      1.      Kebaikan orang kepada kita:
Hikmahnya:
      a.       Kita akan menjadi orang yang pandai berterimakasih, ingin segera membalas kebaikan itu semampu kita
      b.      Mengikis sifat sombong, Terhindar dari rasa diri lebih baik dari orang lain.  Sebaliknya akan memunculkan tawadhu, orang lain lebih baik dari kita
      c.       Melatih diri untuk senantiasa bersyukur pada Allah SWT.  Merasakan hakikat kebaikan orang itu atas izin Allah SWT.  Maka akan bertambah keyakinan kita atas kasih sayang dan karunia Allah SWT.
مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللَّهَ
Barang kepada Allahgsiapa yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia, maka tidak bersyukur (HR. at Tirmidziy; Hasan Shahiih)

      2.       Kesalahan kita kepada orang:
Hikmahnya:
      a.       Kita akan menjadi orang yang mudah meminta maaf saat berbuat salah.  Berusaha sebisa mungkin mendapat ridho dari sesame yang kita telah berbuat salah padanya,
      b.      Mendatangkan kasih sayang dengan sesama yang berarti juga mendatangkan kasih sayang Allah SWT, dengan kita sambungkan lagi silaturahim pada orang yang kita berbuat salah padanya
      c.       Merasakan diri hamba yang bayak silap sehingga selalu mohon perlindungan pada Allah agar terhindar dari salah silap.

Lupa dua perkara:

1.   Kebaikan kita kepada orang
Hikmahnya:
      a.       Kita akan menjadi orang yang ikhlas, berbuat hanya karena Allah SWT, tidak mengharap balas jasa, tidak menganggap orang kurang tahu berterima kasih
      b.      Memunculkan rasa tawadhu, rasa diri kurang beramal
      c.       Selalu harap dan berdoa pada Allah agar bisa beramal ibadah kebaikan yang banyak.
      d.      Terhindar dari rasa cukup dalam ibadah dan amal saleh

      2.   Kejahatan orang lain terhadap kita
Hikmahnya:
a.    Kita akan menjadi pemaaf, rasa lapang tanpa permusuhan dengan sesame
b.   Membuat kita makin dekat dengan yang Maha Mengampuni Al Ghofur
c.    Saat kita mudah memaafkan berarti kita menyambung tali kasih sayang, berarti akan mendatangkan kasih sayang dengan sesama yang berarti juga mendatangkan kasih sayang Allah SWT.
d. Tiap kejahatan yang hadir adalah ujian dari Allah SWT

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-'Ankabut 29:2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IMPIAN PENUH KENANGAN

IMPIAN PENUH KENANGAN  Oleh: Farel Kemenangan Tim Bulutangkis SMPN III di tingkat provinsi tahun lalu memberikan semangat yang tak perna...